PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK

Bersama Kita Mendidik Anak


Keterampilan sosial termasuk kemampuan bertingkah laku diperlukan si kecil sebagai dasar menuju individu yang mandiri. Yang termasuk kedalam keterampilan ini mencakup kemampuan untuk berkenalan, berbaur, dan berkomunikas dengan orang lain. Sebagai orang tua, ayah bunda harus mendorong dan melatih kemampuan tersebut agar si kecil mempunyai modal untuk mengembangkan skill sosialnya dikemudian hari.
Si buah hati yang menerima pendidikan secara baik dan tepat akan memiliki kemampuan bersosialisasi dengan baik sehingga dapat diterima oleh lingkungan atau teman-temanya. Tujuan dari pengembangan kemampuan sosial adalah meningkatnya kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan lingkunganya seperti memahami dan menerima peraturan, memiliki empati, dan memiliki rasa percaya diri.
Meningkatkan rasa percaya diri anak
Kemampuan bersosialisasi berhubungan dengan rasa percaya diri si kecil. Mereka yang memiliki rasa percaya diri tinggi cenderung lebih mudah masuk dan diterima dilingkungannya sehingga mereka cenderung memiliki lebih banyak teman. Dengan banyaknya teman, mereka memiliki banyak kesempatan untuk bersenang-senang dan bermain. Namun tidak semua anak mempunyai kepercayaan diri yang tinggi, adalah tugas ayah bunda untuk mengenalkan dan mengajarkan si kecil agar belajar mendapatkan kepercayaan dirinya.
Selama dua tahun pertama, si kecil cenderung bersifat ‘egosentrik’ atau menjadi pusat dari dunianya. Pada tahapan usia ini mereka belum mengerti konsep berbagi atau perasaan orang lain sehingga ketika bermain dengan anak lain sering berakhir dengan tangisan karena memperebutkan mainan yang diinginkan.
Seiring dengan bertambahnya usia, si kecil akan belajar tentang konsep diri dan lingkungannya. Diatas usia dua tahun dia akan mulai belajar berempati. Dia mulai dapat merespon perasaan orang lain yang sedih dengan ikut merasa sedih sehingga mendorong dia menjadi perhatian, murah hati dan tidak egois.
Tips mengembangkan keterampilan sosial balita bunda
1.      sesering mungkin, libatkan si buah hati dalam aktifitas bersama baik dengan teman sebayanya. Bunda dapat mengajak teman-teman si kecil untuk bermain bersama dirumah. Ayah bunda dapat juga melibatkan si kecil pada saat ada acara keluarga besar agar dia berinteraksi dengan yang lain.
2.      Doronglah rasa cinta pada orang lain dengan cara minta dia mencium atau memeluk ayah bunda setiap ketemu. Bunda dapat mengenalkan konsep sayang dan cinta melalui boneka atau binatang peliharaan di rumah.
3.      Ajak si kecil ke tempat-tempat umum seperti supermarket atau kafe, beritau dan jelaskan kenapa kita harus antri bayar dikasir, tidak boleh mendahului antrian, atau mengucapkan terimakasih kepada kasir yang telah melayani.
4.      Ketika sudah mulai faham, berikan pujian kepada si kecil jika dia mau berbagi. Pada awalnya mungkin si kecil mau berbagi karena ingin mendapatkan pujian dari ayah bunda dan bukan berdasarkan keadilan. Perkenalkan konsep keadilan misal dengan cara berhantian mainan favorit dengan teman atau saudaranya.
5.      Ajari si kecil untuk berkata tolong setiap kali minta bantuan pada ayah bunda. Berikan pujian dan pelukan jika dia elakukan dengan benar.
Kemampuan koordinasi antara otak, mata, dan gerakan tangan adalah salah satu skil yang harus dikuasai si kecil untuk menyelesaikan berbagai aktivitas sehari-hari seperti makan, menulis,menggambar, membuka pindu dan lain sebagainya. Kemampuan tersebut akan secara gradual mengalami peningkatan seiring dengan penambahan usia si kecil.

Tahapan perkembangan gerak tangan si kecil

Usia 15-18 bulan. Pada saat usia si kecil mencapai 15-18 bulan, mereka biasanya sudah memiliki kemampuan seperti memegang sendok dan mengarahkannya ke mulut, mendekatkan gelas kemulut tanpa terlalu banyak tumpah, dapat membuat menara dari tiga buah balok, dan mulai menulis cakar ayam. Ayah bunda dapat berkonsultasi dengan dokter jika di usia tersebut si kecil masih belum bisa memegang dan menggunakan sendok makan,
Usia 2 tahun. Saat usia si buah hati mencapai 2 tahun, biasanya dia sudah bisa memutar gagang pintu, memasukan kaki ke kaos kali ayah bunda, membalik halaman buku, dan membuka tutup toples. Sebagaimana disampaikan pada artikel sebelumnya bahwa kecepatan seorang anak dengan yang lainya dalam hal penguasaan skill dapat bervariasi, jadi kemampuan-kemampuan di atas tidak harus semuanya bisa dilakukan si buah hati.
Usia 3 tahun. Di usia si kecil menginjak 3 tahun, biasanya dia sudah bisa membuka atau melepas baju dengan bantuan ayah bunda, dapat membuat menara dari sembilan buah balok, makan dengan menggunakan garpu dan sendok, mengambil benda kecil, memegang pena dengan benar, menggambar tanda silang setelah dicontohkan, dan mampu menuangkan air dari teko ke gelas dengan menggunakan dua tangan tanpa banyak tumpah.

Tips mendorong perkembangan gerak tangan anak balita

1. Tunjukan dan ajarkan pada si kecil aktifitas-aktifitas sederhana seperti membuka tutup stoples, membalik halaman buku, menyusun balok, merobek kertas dan sebagainya. Ajari hal-hal baru sesuai dengan perkembangan usianya. Jika si anak belum merespon, ayah bunda jangan khawatir, beberapa anak nampak tidak memperhatikan saat diajari namun sebenarnya dia menangkap apa yang disampaikan.
2. setelah usianya mencapai dua tahun, ajari dia cara melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri seperti memakai sendok, memakai topi, melepas kaus kaki, dan lain sebagainya.
3. Berikan mainan balok yang dapat disusun. Pastikan bunda memilih mainan berbahan dasar ‘non-toxic’ atau tidak beracun. Selain mainan balok, bunda juga dapat memberikan si kecil mainan lain yang bersifat melatih gerak tangan mereka.
4. Jenis mainan yang memiliki benda untuk diputar, dipuntir, dilingkari dan dijungkirbalikan juga bagus diberikan untuk memacu aktifitas gerak tangan mereka.
5. Lakukan aktifitas menggambar, mewarnai, dan melukis menggunakan pensil warna atau krayon bersama si kecil, atau lakukan permainan puzle atau mainan bongkar pasang bersama-sama untuk mendorong kematangan koordinasi antara otak, mata dan gerak tangannya.

Perhatikan keamanan sekitar

Pada saat usia si kecil menginjak dua tahun atau lebih, mereka memiliki tingkat keingintahuan yang cukup tinggi. Tanpa diajari secara langsung, mereka akan meniru tindakan ayah bunda. Berhati-hati jika si kecil meniru aktivitas ayah bunda menggunakan benda berbahaya seperti pisau atau obeng. Hati-hati juga dengan kompor, terminal listrik, dan termos berisi air panas. Pastikan ayah bunda menyimpan benda-benda berbahaya jauh dari jangkawan si buah hati.
 

Comments

Popular posts from this blog

TIPS MENGURANGI PIKIRAN NEGATIF DALAM MENDIDIK ANAK

Menstimulasi Otak Si Kecil

Kebutuhan yang Paling Mendasar bagi Anak