Penanganan Anak

Bersama Kita Mendidik Anak


Soal!
1.     Apa yang di maksud dengan anak gagap, anak dalam masalah gangguan bahasa ekspresif dan represif?
2.    Faktor apa saja yang mempengaruhi anak yang  penakut, pemalu, dan rendah diri?
3.    Ceritakan  pengalaman anda sewaktu menjumpai anak yang pemalu dan bagaimana penanganannya?

Jawab:
1.     Yang dimaksud :
a.    Anak gagap : gangguan kelancaran / kefasihan pada pola waktu dalam bicara.
b.    Gangguan bahasa ekspresif (ungkapan):  suatu gangguan yang terjadi saat seseorang menjalin komunikasi yang di tandai dengan ketidakmampuan (defisit) dalam  mengungkapkan perasaan / ide-idenya, meskipun pemahaman bicacanya normal 9tidak mengalami gangguan).
c.    Gangguan bahasa reseptif : gangguan yang terjadi apabila seseorang mengalami kesulitan dalam memahami aspek-aspek bahasa seperti suara-suara ,kata-kata,kalimat tertentu.
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi anak yang penakut, pemalu, dan rendah diri:
  • Faktor anak penakut:

·         Luka fisik seperti racun,operasi,perang, dan ketakutan  untuk di culik.
·         Badai seperti kejadian alam, huru-hara,keadaan gelap,kematian.
·         Stres psikis seperti ujian yang di hadapi,kesalahan yang di lakukan,kejadian-kejadian sosial, sekolah,dan kritik.

  • Faktor anak rendah diri(minder)

·         Merasa tidak mampu,pesimis,dan mudah kecil hati.
·         Segala sesuatu selalu di lihat salah.
·         Mudah menyerah dan sering kali merasa di intimidasi.
·         Kurangnya reward (penghargaan) yang di terima.

  •  Faktor anak pemalu:

-       Berkomunikasi dengan buruk, sehingga merasa tidak nyaman , merasa cemas, menjadi gelisah ingin meninggalkan situasi sosial.
-       Merasa berbeda dan lemah (inferior)
-       Mempunyai keyakinan bahwa orang lain berfikir buruk tentang dirinya
-       merasa kontak sosial akan menghasilkan pengalaman yang negatif.
3.    Pengalaman pada anak yang pemalu
  •     Seorang anak bernama “Sally Maula Anjani” ia merasa malu saat bertemu dengan teman-teman barunya di sekolah. Saat berbagi cerita di depan teman-teman dan guru, iapun merasa malu dengan suara lirih setiap menjawab salam dari guru, padahal teman-teman yang lain bersuara keras/lantang.
  • Penanganannya

·         Memberikan reword terhadap sosialisasi yang dilakukan anak seperti :
-          Memberikan senyum dan komentar “senangnya bu guru bisa bermain bersama Sally”
-          Memberikan stempel bintang pada anak yang mampu bercerita dengan suara keras/lantang dan tidak malu
·         Menyediakan agen untuk anak seperti :
-          Memasangkan satu atau dua teman untuk menjadi teman bermain. “karena Sally pemalu Ibu guru memasangkan Valent untuk menjadi pasangan saat bermain”
·         Membuat kegiatan yang merangsang anak untuk berinteraksi:
-          Bermain peran Sally menjadi pembeli, dan Valent menjadi penjual.
-          Bermain mencari pasangan
-          Bermain pesan berantai dll.
 

Comments

Popular posts from this blog

TIPS MENGURANGI PIKIRAN NEGATIF DALAM MENDIDIK ANAK

Menstimulasi Otak Si Kecil

Kebutuhan yang Paling Mendasar bagi Anak