Posts

Showing posts from 2014

Mengatasi Kecemburuan Kakak-Adik | Hizbut Tahrir Indonesia

Ahmad, bocah mungil yang belum genap tiga tahun itu menghentakkan kakinya ke lantai dengan marah. Ia siap melempar mainannya ke arah Uminya yang sedang menyusui adiknya yang belum genap tiga minggu. Umi Ahmad hanya bisa mengelus dada. Sejak kelahiran adik baru, tingkahnya berubah 180 derajat. Ahmad kecil yang tadinya sangat penurut tiba-tiba suka berteriak-teriak, marah-marah dan bertambah cengeng. Sedikit saja kemauannya tidak dituruti, ia akan mengamuk. Yang jadi sasaran utama biasanya Umi atau adik barunya. Entah menggigit, melempar barang, atau memukul. Sebagaimana anak-anak pada umumnya, apa yang terjadi pada Ahmad kecil itu wajar saja. Begitulah anak-anak. Mereka membutuhkan proses untuk mengerti dan menerima kehadiran adik baru. Kita bisa membayangkan, selama ini perhatian Uminya sebagai orangtua berpusat pada Ahmad. Namun, setelah adanya adik baru, perhatian Umi “terbagi”. Rasa cemburu kakak kepada adik barunya biasanya terjadi jika kakak masih berusia 1-3 tahun. Pada...

Mengatasi Sifat Iri pada Sang Adik

Sayang adik sih, sayang. Tapi berbagi perhatian bunda dengan adik? Pasti sulit. Siapa yang tak cemburu, seharian penuh bunda cuma berkutat dengan adik. Alasan ini  kerap memicu sikap si kakak untuk bersaing dengan adiknya. Tak jarang, sikapnya muncul dalam bentuk perilaku memukul atau bahkan menyakiti adiknya karena terdorong oleh rasa cemburu kepada adiknya. Anda perlu segera mencari cara untuk menghalau rasa cemburu ini, karena bila dibiarkan, akan terbentuk perilaku buruk yang menetap. Cemburu adalah emosi yang mengarah pada pikiran negatif dan perasaan tidak aman, takut dan cemas tak punya relasi dengan seseorang. Dalam kasus ini, anak Anda takut tak bisa memiliki Anda lagi.  Rasa cemburu seringkali merupakan kombinasi perasaan marah, sedih dan sebal.  Coba kiat untuk mengurangi rasa cemburu kakak pada adiknya:   Memberikan contoh cara memperlakukan bayi. Misalnya, dengan memberikan si kakak mainan berbentuk boneka dan menggunakannya sebaga...

Bersama Kita Mendidik Anak#3

Dalam mendidik anak kita harus memperhatikan kelemahan anak kita disini saya akan menuliskan tentanag Anak yang malas belajar .  Apa ya kira-kira penyebabnya sehingga anak malas belajar.  Belajar untuk anak yang masih duduk di bangku sekolah merupakan aktivitas yang tidak boleh diabaikan dan ditinggalkan.  Karena untuk menuju anak yang berprestasi dibutuhkan proses pembelajaran yang tak kenal henti.  Lantas hal apa saja yang bisa membuat anak untuk malas belajar?  Apakah lingkungan yang tidak mendukung atau kesalahan dari orangtua yang salah dalam memotivasi anak.  Atau bisa jadi anak malas untuk belajar dikarenakan memang di dalam dirinya tidak ada semangat untuk belajar. Banyak hal yang bisa membuat anak untuk malas belajar.  Salah satu contohnya adalah yang sudah disebutkan di atas.  Proses belajar mengajar adalah aktivitas yang melibatkan antara pihak guru dan pihak murid.  Ketika anak malas untuk belajar maka guru tidak bis...

Bersama Kita Mendidik Anak #2

Agar Anak Cerdas - Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh kembang dengan sempurna, termasuk otak anak.  Otak anak merupakan organ vital untuk menunjang kecerdasannya.  Oleh karena itu dibutuhkan nutrisi dan stimulasi yang pas agar anak menjadi anak yang cerdas.  Ya minimal lebih cerdas dengan teman seusianya.  Untuk menuju anak yang cerdas bukanlah hal yang mudah dan bukan pula hal yang terlalu sulit.  Tapi kebanyakkan para orangtua tidak mengetahui cara agar anaknya menjadi anak yang cerdas.  Pada hal banyak tips dan cara sederhana agar anak tumbuh kembang menjadi anak yang cerdas. Tips dan cara agar anak cerdas tidak perlu biaya yang sangat mahal.  Hanya butuh waktu dan mau meluangkan waktu dengan anak.  Tapi di zaman sekarang ini, banyak orangtua lebih sibuk dengan dunianya sendiri terutama ketika dua-duanya sibuk bekerja di luar rumah.  Meskipun ada beberapa orangtua yang bisa mengelola waktunya dengan baik, sehingga inte...

Bersama Kita Mendidik Anak

Mendidik anak merupakan tanggung jawab orangtua yang harus diemban dengan baik.  Anak-anak adalah ibarat seperti selembar kertas putih dan orangtuanyalah yang nantinya akan memberikan warna.  Maksudnya adalah baik atau jeleknya tingkah laku anak merupakan hasil dari orangtuanya dalam mendidik anak-anak mereka.  Oleh karena itu mendidik anak tidak boleh dianggap enteng dan remeh.  Karena pendidikan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dirinya. Tiap orangtua akan memiliki gaya dan pola mendidik yang berbeda-beda, sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh para orangtua tersebut.  Setiap orangtua akan merasa bahwa dirinya sudah memberikan dan mendidik dengan benar sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang telah dimilkinya. Karena mendidik anak bukanlah perkara yang mudah, tak jarang para orangtua akhirnya mendidik anaknya melalui jalur sekolah atau pondok pesantren.  Ketika anak dididik di sekolah atau di pondok pesantre...