PERANAN ORANG TUA DALAM MOTIVASI BELAJAR ANAK

Bersama Kita Mendidik Anak


JUDUL : PERANAN ORANG TUA DALAM MOTIVASI BELAJAR ANAK DESA SIJAMBE KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN
A.   LATAR BELAKANG
Dalam dunia pendidikan ada dua istilah yang sangat dominan untuk dijumpai yaitu ilmu pendidikan ( paedagogiek ) dan pendidikan ( paedagogie ). Istilah ini mempunyai makna yang berlainan “ ilmu pendidikan “ mempunyai makna sama dengan istilah paedagogiek” sedang pendidikan “ sama dengan istilah paedagogie. Dan letak perbedaannyailmu pendidikan           ( paedagogiek ) lebih menitik beratkan kepada pemikiran permenungan tentang pendidikan. Pemikiran bagaimana sebaiknya sistem pendidikan, tujuan pendidikan, materi pendidikan , sarana dan prasarana pendidikan, cara peniliaan, cara penerimaan siswa, guru yang bagaimana jadi disini lebih menitik beratkan teori, sedangkan pendidikan ( paedagogire ) : lebih menekankan dalam hal praktek, yaitu menyangkut kegiatan belajar mengajar.
            Pendidikan secara etimologi berasal dar bahasa yunani paedagogie terdiri dari kata “ PAIS “ artinya anak dan “ AGAIN diterjemahkan membimbing, jadi paedagie yaitu bimbingan yang di berikan kepada anak. Secara denitif menurut John Dewey Pendidikan         ( paedagogie ) diartikan sebagai proses pembentukan kecakapan-kecapan fondamental secara intelekual dan emosional kearah alam dan sesama manusia. Ki hajar Dewantara mendefinisikan bahwa mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
            Menurut sifatnya pendidikan dibedakan menjadi tiga yaitu : pendidikan informal yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar sepanjang hayat. Pendidikan ini dapat berlangsung dalam keluarga dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam pekerjaan, masyarakat, keluarga, organisasi. Kedua, pendidikan formal yaitu pendidikan yang berlangsung secara teratur, bertingkat dan mengikuti syarat-syarat tertentu secara ketat. Pendidikan ini berlangsung disekolah. Dan ketiga adalah pendidikan non formal yaitu pendidikan yang dilaksanakan secara tertentu dan sadar dan sadar tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan yang ketat.
B.  RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana peranan orang tua dalam motivasi belajar anak Di desa sijambe kecamatan wonokerto kabupaten pekalongan.
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan.
Ada beberapa tujuan yang hendak penulis capai dalam penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah dan proses studi penulis.
a.       Untuk mengetahui motivasi belajar anak desa sijambe
b.      Untuk mengetahui bagaimana Peranan Orang Tua Dalam Motivasi Belajar Anak Desa Sijambe Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
2        Manfaat.
a.       Bagi penulis, menambah pengetahuan tentang peranan orang tua dalam motivasi belajar anak desa sijambe kecamatan wonokerto kabupaten pekalongan.
b.      Bagi orang tua sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dalam pembinaan motivasi belajar anak.
c.       Bagi pembaca, sebagi bahan pengetahuan tambahan.
F. METODELOGI PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
Penulis akan mencoba penelitian dengan mengunakan diskritif kualitatif yakni bertujuan untuk mengidentifikasi data-data hasil penelitian dengan ukuran-ukuran dan kalimat ang bersifat kualitatif.
2. Lokasi Penelitian
Lokasi peneitian ini di desa sijambe kecamatan wonokerto kabupaten pekalongan.
3. Fokus Penelitian
Fokus dalam hal ini adalah peranan orang tua dalam motivasi belajar anak di desa sijambe kecamatan wonokerto kabupaten pekalongan.
4.      Sumber Data Penelitian
Sumber data ini diperoleh dari informan dan dokumentasi dari hasil pengamatan tau observasi langsung di desa sijambe. Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Persyaratan informan yaitu jujur, taat pada janji, patuh pada peraturan, suka bercerita, tidak termasuk salah satu kelompok yang bertentangan dalam latar penelitian dan mempunyai pandangan tertentu tentang peristiwa yang terjadi. Yang termasuk informan disini adalah  orang tua.

5.      Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data ini dengan melakukan observasi, studi dokumentasi dan wawancara.
a.       Pengamatan.
Mengamati adalah menatap kejadian, gerak dan proses.
Teknik pengamatan dilakukan secara langsung dengan melihat dan mengamti sendiri, kemudian mencatat prilaku dan kejadian sebagaimana yangterjadipada keadaan sebenarnya.
b.      Studi Dokumentasi.
Yaitu mempelajari tentang dokumen-dokumen yang menunjang dalam pelaksanaan pengumpulan data. Metode dokumentasi yaitu mencari data-data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah.
      Dalam hal ini dengan menggunakan dokumentasi penulis akan memperoleh data berupa catatan.
c.       Wawancara.
6.      Metode Analisis Data
Pengelolaan data sudah dimulai sejak masuknya data atau informasi pendahuluan, sebab data kualitatif setiap langkah tidak terpisah secara tegas antara yang satu dengan yang lainnya.
G. TINJAUAN PUSTAKA
Dalam tinjauan ini dengan  mencari pengertian sebuah motivasi yang dapat meliputi tujuan,manfaat, fungsi dari motivasi tersebut.
 

Comments

Popular posts from this blog

TIPS MENGURANGI PIKIRAN NEGATIF DALAM MENDIDIK ANAK

Menstimulasi Otak Si Kecil

Kebutuhan yang Paling Mendasar bagi Anak